You are currently browsing the monthly archive for Mei 2009.
Havel dan Kafka,
/1./
Matahari belum sepenuh hati memamerkan diri. Tapi, muncul hasrat mendesak-desak untuk segera dilunasi. Tiba-tiba, aku ingat Pasar Mayestik. Arloji menunjukkan pukul 08.10, saat aku memarkir kendaraan. Kelar urusan yang “genting dan penting” itu, aku sempatkan menelusuri sejenak lorong-lorong di sana, seraya membiarkan masa silam menggenangi kesadaran.
Ketika kanak-kanak, inilah pasar yang agak sering aku kunjungi. Keluarga kami tinggal di Rempoa. Tahu Bintaro? Rempoa sejatinya cuma terpisah sepelemparan batu dengan kawasan perumahan elit di selatan Jakarta itu. Rempoa-Mayestik berjarak sekitar 10 kilometer. Relatif dekat, apalagi tanpa kemacetan segila sekarang. Read the rest of this entry »
Juni 2008. Pada suatu Ahad pagi yang cerah, puluhan bocah perumahan kami berwisata ke Istana Merdeka, Jakarta. Hitung-hitung sebagai variasi dari liburan akhir pekan. Saya ikut mendampingi mereka.
Selama sekitar 30 menit kami berkeliling. Di pengujung acara, pada anak tangga istana, para pengunjung dipersilakan foto bersama. Buat kenang-kenangan. Mata saya beredar sebentar. Ada enam pilar di beranda. Besar dan putih. Lambang negara bertengger gagah di puncak. Lapangan Monas membentang luas di seberang. Saya tertegun. Read the rest of this entry »
