You are currently browsing the monthly archive for Januari 2009.

Havel dan Kafka,

Paul David Hewson alias Bono tak henti membetot perhatian. Sejak pertengahan Januari 2009, kolom-kolom vokalis U2 ini bisa dinikmati di The New York Times. Tentu, ini bukan kali pertama Bono menulis. Dalam beberapa edisi Rolling Stone, ia juga diminta menyumbang esai. Bahkan, ia menyusun kata pengantar untuk buku Jeffrey D. Sach, The End of Poverty (2005).

Pada kolom pertamanya di Times, agak di luar dugaan, ia tak berkisah soal konflik Palestina-Israel, krisis ekonomi global, atau kehadiran Barack Obama di pentas politik Amerika. Alih-alih demikian, ia menulis tentang Frank Sinatra: perjumpaan dan kekagumannya pada penyanyi legendaris tersebut. Read the rest of this entry »

hujan berkunjung terlampau kerap. boleh jadi ia hanya ingin berlaku akrab. pepohonan yang kuyup. trotoar yang redup. kita dibuat salah tingkah. celakanya lagi, ia terlalu introvert. datang lalu lebih banyak diam.

susah kita memahami jalan pikiran hujan. sedikit terbantu lantaran ia beberapa kali melempar note di akun facebook-nya. rata-rata ringkas, hanya dua atau tiga alenea.

meski introvert, hujan jauh dari sikap dogmatis. ia pintar membikin kita terkejut. suatu hari, tak mengetuk pintu, ia telah tiba di ruang tamu dan berkata, ”saya kedinginan. bisakah saya minta teh panas dengan gula sedikit saja? ”

cinere, 14 januari 2009

Havel dan Kafka,

Tersebutlah sebuah kemuraman yang mengurung. Menghimpit.  Ini ceritanya.

——————————–

Cak Munir,

Tiba juga 2009. Ya, telah lima tahun berlalu. Tapi, perjalanan kasus pembunuhan Anda terus dibikin buntu, berhenti di sebuah mata rantai bernama Pollycarpus Budihari Priyanto. Padahal, akal sehat siapa yang bisa diyakinkan bahwa Pollycarpus memang yang mengatur kejahatan itu? Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah bilang, penyingkapan kejahatan itu adalah test of our history.

Tentu, pasti ada juga orang yang mensyukuri situasi ini. Mereka pikir, kematian sampeyan adalah yang terbaik buat Indonesia. Mereka yakin, Anda adalah pengkhianat bangsa. Ya, saya jadi teringat cerita pendek Seno Gumira Ajidarma berjudul Keroncong Pembunuhan. Read the rest of this entry »