You are currently browsing the monthly archive for Juni 2008.
Havel dan Kafka,
Baru setengah jalan, sudah tak kuat menahan hasrat berkomentar. Secara tematik, Rahasia Meede asyik benar. Ini perjalanan ulang-alik di pematang sejarah. E.S. Ito, sang pengarang, menyiapkan diri dengan baik, dengan riset yang bikin iri.
Ini karya yang bagus, kata banyak orang. Lihat, endorser yang hadir di sampul juga bikin gentar: Harry Poeze, Fadjroel Rachman, Budiman Sudjatmiko, Chatib Basri, dan seterusnya. Read the rest of this entry »
Havel dan Kafka,
Ini kali bukan kisah untuk kalian. Tapi, sepucuk salam untuk seseorang bernama Munarman.
—————-
Assalamualaikum,
Munarman, apa kabar? Saya dengar, polisi sudah mencari Anda. Mudah-mudahan sehat selalu. Jaga fisik senantiasa. Bukankah itu modal utama Anda belakangan ini?! Hal yang Anda sebut “perjuangan” mungkin masih akan panjang.
Nah, soal catatan kiprah Anda di ranah publik, agaknya belum cukup panjang. Saya ingat bahwa Anda pernah menjadi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras). Anda menggantikan almarhum Munir, yang kemudian juga menjadi korban para durjana. Anda sendiri memasuki lingkungan LSM sejak 1995 saat menjadi relawan di LBH Palembang. Read the rest of this entry »
Havel dan Kafka,
Insiden itu tak bisa diterima. Harus dikutuk. Dikecam sekeras-kerasnya. Dan, aparat hukum mesti bertindak. Sama sekali tak ada hak buat Front Pembela Islam (FPI) dan konco-konconya untuk membubarkan acara Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Lapangan Monas tersebut. Kebrutalan mereka, sekali lagi, mencoreng nama Islam.
Anak-anakku, jika mereka terus dibiarkan, aku sungguh khawatir dengan nasib republik ini, republik yang juga menjadi tempat kalian tumbuh ini…
