You are currently browsing the monthly archive for Januari 2008.

Havel dan Kafka,

Ribuan pasang mata menyaksikan. Di tengah lapangan, berlangsung pengadilan. Udara tercemari ketegangan.

“Bagaimana kita menghukum mereka yang tak menghormati kesucian pernikahan? Bagaimana kita berurusan dengan mereka yang tak mematuhi Tuhan? Bagaimana kita menjawab mereka yang melemparkan batu ke jendela rumah Tuhan? Kita harus melempari kembali dengan batu,” kata pria bersurban itu di depan mikrofon. Read the rest of this entry »

Havel dan Kafka,

Ahad lalu, ayahku menyodorkan selembar lima puluh ribuan ke Havel. “Ini buat Havel, kan ulang tahun,” katanya. Rabu kemarin, aku menemukan berita ini. Slamet, sang tokoh, diceritakan merogoh kocek Rp50 ribu saban hari untuk modal sebagai pedagang gorengan, tapi pendapatannya cuma Rp35 ribu. Read the rest of this entry »